
Alumni Angkatan 2019 Reza Fathan (Mayora)
Matkul nya relevant dengan sikon perkembangan zaman khususnya national. selaras dgn program ketahanan pangan dan mbg pemerintah yg menyerap ribuan ahli gizi, Teknologi Pangan, dan sejenisnya.
dosen nya tegas, galak, visioner, dan perduli dengan nasib mahasiswa. kecuali mahasiswa nya sendiri yg gak perduli dengan diri nya sendiri.
gali lebih banyak ilmu di Teknologi Pangan, perkembangan zaman menuntut lulusan tekpang untuk berpikir tajam, kritis, dan solutif. jangan takut untuk bertanya, berprogress, terutama pada hal positif seperti mengikuti program yg memberikan dampak edukatif pada jurusan, like this intern, riset dgn dosen, magang, dan hal lain nya. kurangi membuang waktu dengan hal yg tidak berguna, tidak berdampak pada jurusan, dan diri sendiri. lebih baik cari relasi dengan kating untuk ke arah pekerjaan daripada relasi lainnya.
perusahaan akan bertanya pengalaman pkl, intern, magang, dan riset kalian semasa kuliah daripada hal lainnya yg tidak bermanfaat
Alumni Angkatan 2019 Irvine Chantyputra (Aerofood ACS)
Kuliah di program studi Teknologi Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memberikan banyak pengalaman berharga, terutama dalam memahami ilmu pangan secara teori dan praktik. Proses pembelajaran yang melibatkan praktikum, penelitian, dan pengembangan produk membuat saya lebih siap menghadapi dunia kerja. Selain itu, dukungan dari dosen turut membantu dalam proses belajar dan pengembangan diri.
Semoga program studi Teknologi Pangan Untirta terus berkembang, baik dari segi fasilitas laboratorium, kualitas pembelajaran, maupun kerja sama dengan industri pangan. Diharapkan juga semakin banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan praktis seperti magang, penelitian, dan kompetisi agar dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan.


Alumni Angkatan 2020 Athar Muhammad (Indofood)
Selama menjalani masa kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, saya mempelajari banyak hal mengenai ilmu pangan mulai dari ilmu dasar seperti biokimia, mikrobiologi, dan kima pangan, sampai dengan Sistem jaminan mutu pangan, Analisis Pangan, dan Pengembangan produk baru. Materi perkuliahan yang diberikan juga sangat applicable pada Industri terutama di Industri Fast Moving Consumer Goods seperti tempat saya bekerja sekarang. Tenaga pendidik di Teknologi Pangan Untirta juga merupakan ahli yang berkapasitas mengajar yang dapat menyampaikan ilmu dengan baik, lugas, dan tegas dari segi teoritis maupun praktik. Kuliah di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa juga memberi saya jalan dan kesempatan untuk dapat mengikuti program magang seperti MBKM Kedaireka dan Internship di BRIN yang membantu saya dalam mencari kerja selepas masa kuliah.
Menjalani kuliah di Teknologi Pangan menurut saya memerlukan tingkat “curiosity” yang tinggi, tanyakan apapun yang anda tidak mengerti, seremeh apapun itu. Anda juga harus aktif dalam setiap diskusi mengenai keilmuan teknis di Teknologi pangan, ambil setiap kesempatan magang, lomba, dan kelas tambahan karena itu akan membantu anda untuk bisa beradaptasi dengan dunia Teknologi Pangan. Berlatihlah untuk mendapatkan kesenangan di dalam kampus sehingga anda tetap happy untuk menjalani perkuliahan, cari relasi yang mendukung anda untuk berkembang, dan jangan lupa belajar bahasa inggris dan belajar public speaking yang baik, karena kebanyakan field kerja di Industri Pangan memerlukan kepercayaan diri dan skill komunikasi yang baik, libatkan diri anda dalam penyelesaian masalah sebanyak mungkin di lingkungan kampus, karena perusahaan tidak hanya akan bertanya hal teknis kepada anda tapi juga pertanyaan “wild card” yang terkesan acak untuk menguji kemampuan anda dalam menyelesaikan masalah.
