Peringati Hari Pangan Sedunia, Mahasiswa Jurusan Tenologi Pangan Untirta Gelar Mimbar Bebas: Akomodir Fasilitas Pendukung Sebagai Kampus Ketahanan Pangan

SatuBanten.com – Serang (16/10/2019), Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang ditetapkan setiap tanggal 16 Oktober, sekumpulan mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menggelar mimbar bebas di depan Gedung PKM A, Untirta pada Rabu (16/10/2019) pagi.

Agenda yang disupport oleh seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian Untirta ini mengangkat beberapa permasalahan di antaranya adalah terkait data dinas dan TKP yang tidak sesuai, harga pangan yang mahal dan tidak merata, pengalihfungsian lahan, rantai penjualan yang panjang dan kurang pedulinya masyarakat banyak tentang pentingnya pangan.

Ketua Pelaksana peringatan Hari Pangan Sedunia, Yoni Wibawa mengemukakan tujuan dan rangkaian dari peringatan Hari Pangan Sedunia ini. Selain itu, ia ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada civitas akademika Universitas Sultan Ageng Tirtayasa untuk meningkatkan kesadaran akan cinta pada pangan lokal.

“Pada peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini, kami dari mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan dan BEM Fakultas Pertanian Untirta menggelar rangkaian agenda untuk memperingati Hari Pangan ini. Pertama, ada mimbar bebas yang diadakan hari ini dan di tanggal 24 Oktober nanti ada talkshow. Sebeleumnya, di tanggal 14 kemarin kami telah melaksanakan kegiatan diskusi Hari Pangan di Aula PKM A,” kata Yoni.

Mahasiswa semester tiga tersebut juga menambahkan terkait kegiatan mimbar bebas yang digelar pagi hari itu menyelipkan sedikit aksi sosial membagikan panganan lokal seperti ubi dan singkong kepada masyarakat. Harapannya agar masyarakat tetap menjaga kearifan lokal dan mengetahui keanekaragaman pangan lokal.

“Kami membagikan pangan lokal seperti ubi dan singkong bertujuan agar seluruh masyarakat cinta kepada pangan lokal. Juga supaya masyarakat kampus ini tidak selalu mengkonsumsi nasi saja, kan banyak, ada singkong, ubi dan lainnya agar terwujudnya kemandirian pangan,” tambahnya.

Filki Ardiansyah, salah satu mahasiswa yang terlibat dalam agenda Mimbar Bebas mengkritik tentang masih minimnya fasilitas yang di sediakan untuk mendukung Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai kampus ketahanan pangan.

“Kami siap memajukan Untirta sebagai kampus ketahanan pangan. Maka, kami segenap mahasiswa Jurusan Teknologi Pangan sangat berharap agar kampus mampu mengakomodir fasilitas-fasilitas pendukung yang lebih baik lagi kedepannya. Hampir dua tahun saya berkuliah, tapi belum ada perkembangan yang signifikan dari segi fasilitas,” jelas Filki. (AAS/SBS033)